Misteri Situs Red Room, Situs Deep Web Tempat Streaming Video Penyiksaan

Misteri Red Room.jpg

Dengan internet kita disuguhkan banyak kemudahan seperti mudahnya mendapatkan informasi sampai mudahnya mendapatkan barang yang kita inginkan melalui belanja online. Tapi, internet juga punya sisi gelapnya, contoh yang sering kita jumpai adalah maraknya penipuan di internet. Apakah penipuan adalah bagian terburuk di internet? Jawabannya bukan. Internet punya bagian terdalamnya yang biasa di sebut deep web, dark web dan dark net.

Ketiga istilah tersebut memang memiliki pengertiannya masing-masing namun inti dari ketiga istilah tersebut adalah bagian di internet yang terdiri dari situs-situs yang sulit di kunjungi dan tidak terdeteksi mesin pencari seperti Google. Yap, jangan kira yang tampil di Google adalah semua yang ada di internet, jika internet di ibaratkan lautan maka yang ada di Google hanyalah permukaan lautannya saja belum sampai ke bagian laut paling dalam. Kita lupakan masalah deep web, dark web dan dark net karena kita tidak akan membahas itu, kali ini kita akan berfokus pada salah satu situs di deep web yang bernama Red Room.

Adalah anggapan umum jika situs-situs di deep web penuh dengan hal-hal yang tak layak dilihat begitu pun dengan Red Room tak ada secuil pun konten positif yang diberikan situs ini. Lantas apa itu Red Room?

Apa itu situs Red Room?


Red Room adalah situs streaming video seperti YouTube namun video yang disajikan di sini adalah video penyiksaan baik itu terhadap binatang atau manusia. Penyiksaan tersebut tak main-main, bisa sampai si korban meninggal. Red Room juga ada live streaming video penyiksaan dan si penonton bisa memberikan intruksi mau di apakan si korban melalui kolom chat, mau dipukul, diperkosa, dipotong bagian tubuhnya sampai dibunuh pun bisa asal si penonton sudah menjadi host, untuk menjadi host si penonton harus membayarkan sejumlah uang dalam bentuk bitcoin dan satu bitcoin nilainya bisa puluhan juta rupiah.

Dari penjelasan tersebut sepertinya Red Room adalah buatan para psikopat gila dan kita sangat tidak perlu untuk mengunjungi situs tersebut. Bahkan pemilik situs Silk Road, situs jual beli narkoba dan barang ilegal lainnya di dark web pun mengatakan kalau Red Room lebih berbahaya dari situs miliknya, ia juga mengatakan kalau kerap kali orang jadi gila setelah mengunjungi situs tersebut dan juga bisa saja menjadi korban selanjutnya dari video di Red Room. Lagi pula hanya orang-orang yang punya kelainan yang menikmati ketika melihat penyiksaan terhadap orang lain jadi tidak perlu untuk mencari apalagi mengunjungi situs Red Room.

Bahkan jika kalian ada niatan untuk mengunjungi situs tersebut bersiap-siaplah kecewa karena mengunjungi situs Red Room tak semudah menuliskan facebook.com atau google.com di address bar browser kalian tapi ada banyak mekanismenya. Butuh banyak hal memang untuk bisa mengakses situs yang satu ini. Pertama kita harus masuk ke deep web dulu. Caranya adalah melakukan banyak konfigurasi, mulai IP sampai memakai browser tertentu. Ada software tambahan juga yang harus dijalankan agar bisa tetap anonim. Lalu langkah berikutnya adalah mencari Red Room itu sendiri. Tak lupa kita harus melewati banyak protokol keamanan ini itu ditambah situs Red Room kabarnya sering berganti alamat secara berkala yang membuat orang-orang semakin kesulitan menemukannya bahkan menggunakan browser khusus seperti TOR (The Onion Router) sekalipun. Dari sebuah forum di deep web dikabarkan kalau hanya orang-orang tertentu yang mendapatkan undangan khusus dari si pemilik Red Room yang bisa mengakses situs tersebut. Ini menunjukkan bagaimana rahasianya situs ini, mungkin kita tidak akan menemukan Red Room tapi Red Room yang akan menemukan kita.

Dengan sedikitnya bukti tentang Red Room dan juga sulitnya mengunjungi situs tersebut maka tak heran sebagian orang menyangsikan keberadaan situs gila tersebut. Ada yang bilang kalau Red Room hanyalah bualan yang dilebih-lebihkan. Namun, sepertinya Red Room bukan hanya omong kosong pasalnya pada 20 Februari 2015 seseorang bernama Peter Scully ditangkap pihak berwajib setelah videonya yang menyiksa anak kecil tersebar luas di internet. Scully adalah seorang pedofil yang pernah membuat video di Red Room dan Daisy Destruction. Hampir sama dengan Red Room, bedanya Daisy Destruction korbannya adalah anak kecil berusia 5 sampai 14 tahun.

Peter Scully.jpg

Peter Scully lahir tanggal 13 Januari 1963, dia awalnya tinggal di Melbourne, Australia namun kabur ke Filipina karena melakukan banyak pelanggaran di Melbourne. Setelah video penyiksaan anak kecilnya beredar di internet ia menjadi pedofil paling dicari. Pada Juni 2018, Scully dinyatakan bersalah atas kasus perdagangan manusia dan 5 kasus pemerkosaan, ia pun di jatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Tertangkapnya Peter Scully sedikitnya menjadi bukti kalau eksistensi situs-situs mengerikan di palung terdalam internet benar adanya salah satunya Red Room. Jadi, bijaklah dalam menggunakan internet.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Komentar untuk "Misteri Situs Red Room, Situs Deep Web Tempat Streaming Video Penyiksaan"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel