Kisah Armin Meiwes, Si Kanibal Dari Jerman

Armin Meiwes.jpg

Kanibalisme adalah sesuatu yang mengerikan, membayangkannya saja sudah membuat kita mual. Perilaku manusia memakan manusia bukanlah hal yang normal dan sangat menyalahi aturan tapi pada kenyataannya kasus ini sudah sering terjadi. Pada 2003 Indonesia pernah digemparkan dengan kasus kanibalisme yang dilakukan seorang lelaki bernama Sumanto. Kabarnya Sumanto melakukan tindakan kanibalisme untuk menaikan kesaktiannya. Tidak hanya di Indonesia, di belahan dunia lain seperti di daratan Eropa kasus serupa juga kerap terjadi, salah satunya kasus Armin Meiwes dari Jerman. Jika motif Sumanto adalah menaikan kesaktiannya lantas apa motif Armin Meiwes, mari kita simak kisah mengerikannya!

Btw, artikel ini mungkin tergolong ekstrem dan saya pun menggunakan kata-kata yang eksplisit dan tanpa sensor jadi buat kalian yang tidak nyaman dengan hal itu silakan tutup artikel ini dan cari artikel lain di blog ini yang masih tergolong ringan untuk dibaca.

Armin Meiwes lahir pada tanggal 1 Desember 1961 di Essen, Meiwes lahir saat Jerman masih terbagi dan Essen masuk ke wilayah Jerman Barat. Bagi warga Rotenburg – kota dimana Meiwes tinggal – Meiwes adalah seorang yang ramah dan menyenangkan. Dia sering membantu menyiangi halaman rumput tetangganya, memperbaiki mobil, atau sekadar berkunjung untuk makan malam. Mereka yang mengenal Meiwes, umumnya mengatakan tidak ada yang aneh dari sosok teknisi komputer tersebut.

Meiwes sering mengunjungi situs di internet bernama The Cannibal Cafe yakni sebuah situs atau forum tempat berkumpulnya orang-orang yang memiliki fetish terhadap kanibalisme. Fetish adalah kondisi dimana seseorang akan melakukan hal tertentu untuk memenuhi hasrat dan nafsu seksualnya. Fetish setiap orang berbeda-beda tapi kebanyakan yang normal, nah orang-orang yang mengunjungi The Cannibal Cafe adalah orang yang akan merasa terangsang ketika melihat manusia memakan daging manusia atau dia sendiri yang memakan daging manusia atau bahkan dagingnya sendiri yang dimakan orang lain.

Sejak berusia 8 tahun Meiwes telah memiliki fantasi untuk memakan teman sekolahnya. Fantasi ini memenuhi pikirannya setiap malam, dia bahkan pernah berniat untuk menculik dan menyerang seseorang untuk dijadikan korban. Namun ia tidak jadi melakukannya.

Untuk memenuhi fantasinya itu akhirnya ia membuat sebuah iklan di internet termasuk di situs The Cannibal Cafe yang mana isi iklan tersebut adalah mencari seseorang berusia 18-30 tahun yang dengan sukarela akan dibunuh dan dimakan dagingnya oleh Meiwes. Seseorang yang ramping dan pirang merupakan tipe yang diinginkan Meiwes. Uniknya banyak yang merespon iklan tersebut, kabarnya bahkan sampai ratusan tapi kebanyakan tidak serius alias hanya iseng saja, lagi pula siapa yang mau di bunuh dan dagingnya di makan. Tapi, ada satu orang yang serius dengan iklan tersebut yakni Bernd Jürgen Armando Brandes, dia adalah seorang insinyur dari Berlin. Bernd merespon iklan tersebut pada Maret 2001.

Pada 9 Maret 2001, Bernd dan Meiwes bertemu di rumah Meiwes di sebuah desa kecil di Rotenburg untuk melakukan apa yang tertera pada iklan yang dipasang Meiwes. Pertunjukan pun di mulai dan direkam menggunakan sebuah kamera. Sekali lagi, semua yang dilakukan Meiwes sudah mendapat persetujuan dari Bernd dan Bernd juga kabarnya sudah diberikan alkohol serta obat pereda sakit. Pertama-tama Bernd meminta Meiwes untuk menggigit penisnya sampai putus namun karena kesulitan akhirnya Meiwes menggunakan pisau. Bernd juga sempat mencoba memakan penisnya sendiri secara mentah-mentah namun karena terlalu kenyal ia pun tak melakukannya. Menurut seorang jurnalis yang melihat video rekamannya, Bernd mungkin terlalu lemah karena kehabisan darah sehingga tidak dapat memakan penisnya sendiri. Kemudian Meiwes mencoba menggorengnya dengan ditambahkan garam, merica, anggur dan bawang namun karena terlalu gosong dia malah memberikannya ke anjingnya.

Isi Rumah Meiwes.jpg

Bernd selanjutnya dibiarkan tergeletak di kamar mandi dengan keadaan kehilangan banyak darah sementara Meiwes malah membaca buku Star Trek selama 3 jam. Meiwes akhirnya membunuh Bernd dengan tikaman 4 kali di leher. Tubuh Bernd digantung di pengait daging dan di potong-potong menjadi beberapa bagian untuk selanjutnya di simpan di lemari pendingin. Meiwes bahkan berusaha untuk menggiling tulangnya untuk dijadikan tepung. Sementara tengkorak kepalanya dikubur di pekarangan. Meiwes memasak 20 kilogram daging dari tubuh Bernd sedikit demi sedikit dan menghabiskannya selama berbulan-bulan.

Kasus kanibalisme Armin Meiwes memang mengerikan dan bikin geleng-geleng kepala, bukan hanya karena kesadisannya tapi karena si korban juga secara sukarela dibunuh dan tubuhnya dimakan. Berikut adalah percakapan online antara Meiwes dan Bernd pada tanggal 6 Maret 2001, 3 hari sebelum kejadian.

BRANDES : Hallllooooo????
MEIWES : Hi, Cator, what do you do professionally, that you are up so late at night?
(Halo, apa pekerjaanmu, kok sampai larut belum tidur ?)
BRANDES : I can’t sleep well anymore because of our meeting
(Aku tidak dapat tidur nyenyak lagi karena pertemuan kita)
MEIWES : That’s a sensible reason. Yesterday I was incredibly tired, it was a stressful day
(Alasan yang masuk akal. Kemarin aku sangat lelah, hari yang membuat stress)
BRANDES : I’m in telecommunications
(Aku bekerja di bidang telekomunikasi)
MEIWES : Oh, that sounds interesting
(oh, sepertinya menarik)
BRANDES : I believe you
(Aku percaya padamu)
MEIWES : I’m looking forward to our meeting, it will definitely be really cool
(Aku tak sabar menunggu pertemuan kita. Pasti sangat seru)
BRANDES : I want it to be & hope it’ll be really cool. Are you setting an alarm clock?
(Aku ingin dan berharap pertemuan kita benar-benar seru. Apa kamu memasang alarm?)
MEIWES : It’s only a few days until March 9
(Cuma beberapa hari lagi hingga tanggal 9 Maret)
BRANDES : Still, I would have rather met you yesterday and felt your teeth
(Tetap saja, seharusnya aku bertemu denganmu kemarin dan merasakan gigimu)
MEIWES : One can’t have everything. There’s still some time before you really feel my teeth
(Tidak semua harapan bisa terpenuhi. Masih ada beberapa waktu lagi sebelum kamu benar-benar merasakan gigiku)
BRANDES : I hardly know what to expect. Have you slaughtered a man before?
(Aku tidak tahu apa yang kuharapkan. Apa kau pernah membantai orang sebelumnya?)
MEIWES : Unfortunately, only in my dreams, but in my thoughts I do it every night
(Sayangnya, hanya di mimpiku, tapi di pikiranku, aku melakukannya setiap malam).
BRANDES : So I’m the first? You have eaten human flesh before, or you haven’t?
(Jadi saya yang pertama ? Kau pernah makan daging manusia sebelumnya ?)
MEIWES : No, you don’t exactly find it in the supermarket, unfortunately
(Tidak, kau tidak bisa mendapatkannya di supermarket, sayangnya)
BRANDES : How do you know if it will taste good to you, or that the blood won’t make you sick?
(Bagaimana kau tau rasanya enak atau darah tidak akan membuatmu menjadi sakit?)
MEIWES : I’m readying myself with my dreams. Once I was so excited I grabbed a needle and drew my own blood so I could drink it
(Aku mempersiapkan diriku untuk mimpi-mimpiku. Sekali waktu aku menjadi terlalu semangat sehingga aku mengambil jarum dan mengambil darahku sendiri untuk ku minum).
BRANDES : And your blood, it tasted good to you?
(Apakah darahmu terasa enak?)
MEIWES : It was quite tasty. Once I was drilling some holes and the drill slipped right into my hand, that was a real treat. Blood is the juice of life. It contains everything a person needs for nutrition
(Rasanya lumayan lezat. Aku pernah mengebor lubang dan bornya tergelincir ke tangan saya, itu benar-benar nyata. Darah adalah sari kehidupan, mengandung seluruh nutrisi yang dibutuhkan manusia).
BRANDES : Then I hope you won’t wilt, that you can really see it through without a problem
(Jadi kuharap kamu tidak akan melemah, sehingga kamu dapat melakukannya tanpa masalah)
MEIWES : To bite into your penis will certainly not be easy—living flesh is somewhat more resistant than fried—but one thing is certain: our dream will be fulfilled
(Untuk menggigit kemaluan Anda, jelas tidak akan mudah-daging yang masih segar lebih alot daripada yang telah digoreng- tapi satu hal yang pasti : mimpi kita akan menjadi kenyataan)
BRANDES : But there’s not so much in it as there is in muscle
(Tapi tidak terlalu banyak di dalamnya seperti yang ada di otot.)
MEIWES : Yeah, but the penis is principally a spongy material filled with blood
(Ya, tapi p*nis pada dasarnya adalah bahan kenyal yang berisi darah)
BRANDES : For both our sakes, I hope that’s true. I hope you have also already thought about what’s to be done with the rest. Fulfilling the dream shouldn’t become a nightmare for you. No one will know where I’ve disappeared to
(Demi kita berdua, semoga itu benar. Aku harap kamu juga telah memikirkan tentang apa yang harus dilakukan setelahnya. memenuhi mimpi seharusnya tidak menjadi mimpi buruk buatmu. tidak akan ada yang tahu kemana aku menghilang)
MEIWES : After you’re dead, I’ll take you out and expertly carve you up. Except for a pair of knees and some fleshy trash (skin, cartilage, tendons), there won’t be much of you left
(Setelah kau meninggal, aku akan membawamu keluar dan memotong-motongmu. Kecuali sepasang lutut dan beberapa sampah berdaging (kulit, tulang rawan, tendon), hanya ada sedikit darimu yang akan tersisa)
BRANDES : There will be a good bit, like the knees, I hope you have a good hiding place for them
(Akan ada sedikit yang bagus, seperti lutut, aku harap kau punya tempat yang bagus untuk menyembunyikannya)
MEIWES : I’ll dry out the knees and grind them up soon after
(Aku akan mengeringkan dan menggilingnya kemudian)
BRANDES : Okay, they’re good as fertilizer, I heard that once. I see you’ve thought about it. Good! Sounds like I’m the first
(Oke, aku dengar itu bagus untuk dijadikan penyubur. Kulihat kamu telah memikirkannya. Bagus ! Kedengarannya seperti akulah yang pertama)
MEIWES : And you won’t be the last, hopefully. I’ve already considered catching a young person from the street, but I would rather kill only those who want to be killed
(Dan kau bukanlah yang terakhir, kuharap. Aku telah berpikir untuk menangkap seorang anak muda dari jalan, tapi lebih baik aku membunuh orang yang bersedia di bunuh saja)
BRANDES : That also doesn’t sound bad. But yeah, seeing as it’s not so totally legal, this is in my eyes better than yanking somebody directly off the street (Itu juga tidak terdengar buruk. Tapi ya, hal itu kan tidak sepenuhnya legal, kalau begini, menurutku lebih bagus daripada mengambil seseorang langsung dari jalanan).
MEIWES : Exactly, I’d do it, if it were legal
(Tepat sekali. Aku akan melakukannya, jika itu ilegal)
BRANDES : “What will you do with my brain?”
(Apa yang akan kau lakukan dengan otakku?)
MEIWES : “I’ll leave it, I don’t want to split your skull.”
(Kubiarkan saja, aku tidak ingin memecah tengkorakmu)
BRANDES : “Better bury it, preferably in a cemetery; nobody notices skulls there. Or maybe pulverise it?”
(sebaiknya menguburnya, lebih baik kalau di pemakaman; tidak ada yang memperhatikan tengkorak di sana. atau mungkin dihancurkan saja?)
MEIWES : “We have a nice small cemetery here.”
(di sini ada pemakaman kecil yang bagus)
BRANDES : “You could use it as an ashtray.
(Kau bisa menggunakannya sebagai asbak).
BRANDES : “Are you a smoker?”
(Apakah kau perokok?)
MEIWES : “Yes, but my teeth are still pretty white.”
(Ya, tapi gigiku masih cukup putih)
BRANDES : “That’s good, I smoke, too. I hope you like smoked meat.”
(Bagus, aku juga merokok. Kuharap kau suka daging asap)
MEIWES : “Just bring yourself for breakfast.”
(Bawa saja dirimu untuk sarapan)

Ngeri juga ya percakapannya...

Berbicara soal Bernd, ia sebenarnya adalah sosok matang dan sukses. Ia awalnya hidup bersama pacarnya Bettina L. Kepada TV Jerman, Bettina mengaku dia menikmati kehidupan seks yang hangat bersama Bernd. Namun, mereka berpisah setelah Bernd mengaku bahwa ia adalah seorang penyuka sesama jenis alias gay. Belakangan diketahui bahwa Bernd mengidap gangguan mental yang cukup berat bahkan hasrat untuk menyakiti dirinya sendiri cukup besar.

Setelah membunuh Bernd, Meiwes selanjutnya bertemu dengan 5 laki-laki lain salah satunya dari London yang juga merespon iklan yang ia pasang. Tapi ia belum sempat membunuh mereka karena  seorang mahasiswa melaporkan Meiwes pada polisi setelah mengetahui forum di internet yang dibuat Meiwes. Forum tersebut bernama Cannibal Café, Guy Cannibals dan Torturenet. Pada Desember 2002 Meiwes ditahan, polisi melakukan penggeledahan di rumah Meiwes dan menemukan beberapa potongan daging serta rekaman video Meiwes yang membunuh Bernd. Setelah kasus ini tersebar ke media, Meiwes mulai mendapat julukan "Sang Tukang Jagal dari Rotenburg".

Pada 30 Januari 2004, Meiwes dihukum 8 tahun penjara, ia pun dijerat bukan karena kasus pembunuhan lantaran si korban Bernd sudah secara sukarela dibunuh. Namun pada April 2005, pengadilan Jerman memerintahkan pengadilan ulang setelah jaksa mengajukan banding. Mereka masih meragukan Bernd yang rela dibunuh oleh Meiwes lantaran kondisi mental dan asupan alkohol pada tubuh Bernd. Pada pengadilan tersebut para psikolog yang memeriksa Meiwes juga memberikan pernyataan kalau Meiwes masih punya fantasi untuk melahap daging manusia. Akhirnya pada 10 Mei 2006 di Pengadilan Frankfurt Meiwes dijatuhi hukuman seumur hidup.

Di pengadilan, Meiwes mengaku ia adalah orang yang merasa kesepian dan merasa diabaikan terutama setelah ayahnya meninggalkan ia dan ibunya saat Meiwes masih kecil. Saking kesepiannya Meiwes sampai menciptakan saudara khayalan bernama Franky, tapi itu justru semakin memperparah kondisi Meiwes yang sudah punya keinginan memakan daging manusia. Hasrat untuk memakan manusia semakin menjadi-jadi ketika ibu Meiwes meninggal pada 1999, dua tahun setelah kematian ibunya, Meiwes mulai menerbitkan iklan mengerikan tersebut.

Di pengadilan, Meiwes juga mengaku kalau setidaknya ada kurang lebih 800 orang Jerman yang sama seperti dirinya. Bayangkan saja, itu baru di Jerman, bagaimana dengan seluruh dunia? Ngeri juga ya kalau kita bertemu salah satunya.

Jika Sumanto melakukan tindakan kanibalisme untuk menaikan kesaktian maka Meiwes melakukannya untuk kepuasan seksual dan hasrat aneh yang ia miliki. Kelainan seksual ini memang aneh namun benar adanya. Sadomasokisme adalah istilah yang paling terkenal untuk kelainan seksual menggunakan kekerasan. Namun ada yang lebih parah yakni erotophonophilia, kelainan seksual yang satu ini bukan hanya menggunakan kekerasan tapi sampai pada titik kematian. Yang lebih cocok untuk kasus Meiwes dan Bernd ini adalah vorarephilia, kelainan seksual ini membuat penderita merasa terangsang ketika memakan pasangannya atau bahkan dia sendiri yang dimakan oleh pasangannya. Bernd diduga memiliki kelainan yang satu ini.

Untuk video rekaman mengerikan proses Meiwes membunuh Bernd dulu sempat beredar di internet namun sekarang sudah sulit ditemukan. Mungkin jika kalian berani menyelami Deep Web kalian bisa menemukan videonya.

Kisah kanibalisme yang dilakukan Meiwes mengilhami berbagai film, salah satu yang paling terkenal adalah Grimm Love (2006) yang dibintangi Keri Russell. Film tersebut sempat dilarang di Jerman karena melanggar hak-hak pribadi Meiwes. Ada juga film Cannibal (2006) yang disutradarai oleh Marian Dora, film ini juga dilarang di Jerman.

Tags: Kanibal, Cannibal, Manusia Memakan Manusia, Video, Foto, Rekaman Asli

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Kisah Armin Meiwes, Si Kanibal Dari Jerman"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel