Kisah Carl Tanzler Hidup Bersama Mayat Selama 9 Tahun

Tanzler dan Elena.jpg

Cinta kadang bisa membuat gila. Bahkan ada yang bunuh diri karena gagal dalam percintaan. Cinta memang indah namun kadang bisa sangat mematikan jika kita tidak bisa mengendalikannya. Ada sebuah kisah cinta yang bisa dibilang romantis sekaligus mengerikan.

Kisah ini terjadi pada seorang ahli radiologi bernama Carl Tanzler. Dokter yang juga punya nama lain Count Carl von Cosel ini lahir tanggal 8 Februari 1877 di kota Dresden, Kekaisaran Jerman. Ia banyak mempelajari ilmu pola cuaca di Austria pada tahun 1910, di mana dia tinggal sampai akhir Perang Dunia I. Tanzler menikah dengan seorang perempuan bernama Doris Tanzler pada tahun 1920 dan mempunyai dua orang anak namun sayang anaknya yang lebih muda meninggal di usia 10 tahun. Tanzler terpaksa harus meninggalkan keluarganya setelah ia diterima bekerja sebagai ahli radiologi di Rumah Sakit Marinir di Key West, Florida, Amerika Serikat.

Dari sinilah kisah aneh Tanzler dimulai. Suatu hari rumah sakit tempat Tanzler bekerja kedatangan seorang pasien perempuan yang menderita tuberkulosis atau TBC bernama Maria Elena "Helen" Milagro de Hoyos. Tanzler langsung jatuh cinta pada Elena.

Elena.jpg

Elena sendiri adalah seorang gadis Kuba-Amerika yang lahir pada tanggal 31 Juli 1909. Ia adalah putri seorang pembuat cerutu asal Key West, Francisco "Pancho" Hoyos. Elena sendiri sebenarnya adalah wanita yang sudah menikah namun suaminya meninggalkan Elena saat Elena keguguran.

Tanzler jatuh cinta pada Elena karena menurutnya Elena adalah wanita yang ia idam-idamkan dari dulu yang selalu hadir di mimpinya. Ia menganggap Elena adalah cinta sejatinya. Karena itulah Tanzler berusaha mati-matian untuk menyembuhkan Elena, bahkan Tanzler sampai mencuri peralatan rumah sakit dan dibawa ke rumah Elena agar Elena cepat sembuh. Pada waktu itu penyakit TBC dianggap sebagai penyakit yang berbahaya. Pada akhirnya semua usaha Tanzler gagal dan Elena meninggal pada tanggal 25 Oktober 1931. Tanzler sebenarnya sempat mengungkapkan perasaannya pada Elena dengan membawakan hadiah perhiasan dan pakaian, sayangnya cinta Tanzler tak berbalas, Elena menolak cintanya.

Sebagai bukti cintanya, dengan izin dari keluarga Elena ia membayar pemakanan Elena dan membuat sebuah mausoleum, buat kalian yang belum tahu mausoleum adalah sebuah bangunan yang di dalamnya terdapat sebuah makam. Tanzler adalah satu-satunya orang yang punya kunci tempat tersebut dan setiap malam selama kurang lebih 2 tahun Tanzler selalu datang ke sana untuk menaruh karangan bunga tapi selain itu ia juga kerap tidur di samping mayat Elena.

Pada tahun 1933, Tanzler bertindak terlalu jauh, ia membawa mayat Elena ke rumahnya. Tanzler mengaku mendapat bisikan dari arwah Elena untuk membawa mayatnya. Mayat Elena tentu sudah hancur dan Tanzler dengan berbagai cara mencoba memperbaiki mayat orang yang ia cintai itu. Dari mulai melekatkan kembali tulang-tulangnya dengan kawat dan gantungan baju, kulitnya yang sudah membusuk diganti dengan kain sutra yang direndam dalam wax, rambut dan kulit kepala yang sudah hancur diganti dengan wig sementara untuk bagian isi perut dan rongga dada diisi dengan kain agar menjaga bentuk aslinya. Tak lupa juga mayat Elena tersebut di berikan pakaian, sarung tangan, stocking dan berbagai perhiasan lalu diletakkan di atas kasur. Untuk mengatasi bau busuk, Tenzler menggunakan banyak parfum pada mayat Elena, ia juga menggunakan disinfektan untuk mencegah efek dari pembusukan mayat. Tanzler kadang-kadang berdansa dengan mayat Elena, Tanzler memang memperlakukan mayat Elena seperti layaknya orang yang masih bernyawa. Yang paling parah, Tanzler menambahkan tabung pada vagina mayat Elena yang dipercaya agar Tanzler bisa berhubungan badan dengan mayat Elena.

Mayat Elena.jpg

Nekrofilia atau thanatofilia adalah kelainan dimana seseorang tertarik untuk berhubungan intim dengan mayat. Banyak kasus nekrofilia di dunia ini dan kasus Carl Tanzler ini juga termasuk salah satu kasus nekrofilia yang cukup terkenal. Tapi Tanzler sendiri tidak pernah mengaku melakukan tindakan nekrofilia.

Tetangga Tanzler mulai curiga pada Tanzler setelah melihat Tanzler sering membeli pakaian wanita dan ia juga mulai berhenti berkunjung ke makam Elena. Seorang tetangga akhirnya memutuskan mengintip dari jendela dan ia melihat Tanzler sedang berdansa dengan sebuah boneka besar yang akhirnya diketahui kalau itu adalah mayat Elena. Pada Oktober 1940, adik Elena yakni Florinda mendengar desas-desus tentang Tanzler yang tidur dengan mayat Elena. Florinda akhirnya mendatangi rumah Tanzler dan berhasil menemukan mayat kakaknya itu. Setelah ditemukan, mayat Elena diperiksa oleh dokter dan ahli patologi. Mayat Elena sempat diperlihatkan di depan umum di Rumah Duka Dean-Lopez, tak kurang dari 6000 orang berkumpul untuk melihat jasad Elena. Mayat Elena kembali dikuburkan di pemakaman Key West di lokasi yang dirahasiakan dan tanpa batu nisan untuk mencegah pencurian.

Sementara Tanzler sempat dipenjara, namun kemudian kasusnya dibatalkan karena saat itu belum ada undang-undang pencurian mayat dari makam. Anehnya setelah dibebaskan orang-orang disekitarnya tidak menganggap Tanzler sebagai seorang kriminal atau orang gila, orang-orang justru bersimpati padanya dan menganggap apa yang dilakukan Tanzler adalah sebuah hal yang romantis dan bukti sebuah cinta sejati. Tanzler sepertinya masih belum bisa melupakan Elena, setelah bebas ia membuat sebuah boneka besar sebagai ganti Elena, namun ada sebuah rumor yang menyebutkan kalau boneka itu adalah mayat Elena yang sudah ditukar.

Pada tahun 1944 Tanzler pindah ke Pasco County, Florida, di sana ia menulis autobiografinya yang diterbitkan di majalah Fantastic Adventures pada tahun 1947. Tanzler meninggal pada tanggal 3 Juli 1952, mayatnya ditemukan di lantai rumahnya tiga minggu setelah kematiannya.

Tags: Kasus Pemerkosaan Terhadap Mayat, Kisah Cinta Romantis Tapi Mengerikan, Carl Tanzler & Elena Helena, Fakta Unik, Tidur Dengan Mayat

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Kisah Carl Tanzler Hidup Bersama Mayat Selama 9 Tahun"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel