Misteri Lagu Asereje, Benarkah Lagu Pemujaan Terhadap Setan?

Misteri Lagu Asereje.jpg

Lagu Asereje atau dikenal juga dengan judul The Ketchup Song untuk versi Inggris adalah lagu dari grup vokal wanita asal Spanyol, Las Ketchup. Lagu ini pernah sangat populer pada masanya sekitar tahun 2002 bahkan salah satu radio asal Amerika Serikat WAMR-FM (107.5 MHz) mengaku pernah memutar lagu ini hampir seratus kali dalam sehari. Selain hadir dalam bahasa Spanyol, lagu yang ditulis oleh Manuel Ruiz ini juga tersedia dalam versi Spanglish (campuran bahasa Spanyol dan Inggris). Lagu yang masuk pada album Hijas del Tomate ini berhasil mencapai posisi teratas di Inggris dan 26 negara lainnya serta berhasil mengumpulkan penjualan sampai 7 juta kopi di seluruh dunia.

Las Ketchup sendiri adalah sebuah grup vokal wanita yang terdiri dari 4 bersaudara yakni Lucía Muñoz, Lola Muñoz, Pilar Muñoz dan Rocío Muñoz. Saat merilis lagu Asereje, Rocío belum bergabung bersama Las Ketchup. Grup ini berdiri sejak 2001 dan masih aktif sampai sekarang.

Meskipun lirik lagu Asereje tidak dimengerti orang Indonesia tapi lagu ini juga sempat populer di negara kita tercinta ini. Namun tahukah kalian kalau ada sebuah kontroversi yang menyelimuti lagu ini? Kabarnya lagu Asereje ini pernah diterpa isu sebagai lagu penyembahan terhadap setan karena lirik-liriknya yang mengarah kesana. Sebelumnya kalian bisa menonton video klip dan lirik lagu Asereje terlebih dahulu di bawah ini.


Lirik Lagu Las Ketchup - Asereje [Versi Spanglish]

Friday night it's party time
Feeling ready looking fine
Viene diego rumbeando
With the magic in his eyes
Checking every girl in sight
Grooving like he does the mambo
He's the man alli en la disco
Playing sexy feeling hotter
He's the king bailando el ritmo ragatanga
And the dj that he knows well
On the spot always around twelve
Plays the mix that diego mezcla con la salsa
Y la baila and he dances y la canta

Aserejé ja de jé de jebe tu de jebere seibiunouva
Majavi an de bugui an de buididipi
Aserejé ja de jé de jebe tu de jebere seibiunouva
Majavi an de bugui an de buididipi
Aserejé ja de jé de jebe tu de jebere seibiunouva
Majavi an de bugui an de buididipi

Many think it's brujeria
How he comes and disappears
Every move will hypnotize you
Some will call it chuleria
Others say that it's the real
Rastafari afrogitano

He's the man alli en la disco
Playing sexy feeling hotter
He's the king bailando el ritmo ragatanga
And the dj that he knows well
On the spot always around twelve
Plays the mix that diego mezcla con la salsa
Y la baila and he dances y la canta

Aserejé ja de jé de jebe tu de jebere seibiunouva
Majavi an de bugui an de buididipi
Aserejé ja de jé de jebe tu de jebere seibiunouva
Majavi an de bugui an de buididipi
Aserejé ja de jé de jebe tu de jebere seibiunouva
Majavi an de bugui an de buididipi

Aserejé ja de jé de jebe tu de jebere seibiunouva
Majavi an de bugui an de buididipi
Aserejé ja de jé de jebe tu de jebere seibiunouva
Majavi an de bugui an de buididipi
Aserejé ja de jé de jebe tu de jebere seibiunouva
Majavi an de bugui an de buididipi

Kita tidak mengerti liriknya karena kita berpikir liriknya berbahasa Spanyol jadi kita menganggap wajar jika kita tidak paham tapi tahukah kalian kalau orang Spanyol sendiri tidak memahami beberapa bagian dari lagu Asereje. Lagu ini kabarnya merupakan lagu yang meramalkan kedatangan sang iblis dan menjadi lagu penyambutannya.

Lagu Asereje dilihat dari liriknya menceritakan tentang seseorang pria bernama Diego yang tampan dan sangat mempesona. Ada seorang mantan penganut gereja setan yang mengatakan kalau Diego adalah codename untuk devil atau setan khususnya untuk daerah Amerika Selatan dan Spanyol. Dan ada juga setan bernama Lucifer yaitu setan yang pandai bernyanyi serta berdansa.

Dibagian lirik awal juga menyinggung tentang pesta di jumat malam (bukan malam jumat) dimana di belahan dunia bagian barat sana diyakini jika jumat malam merupakan malam yang  keramat bagi para setan, mungkin sama seperti kamis malam/malam jumat di Indonesia yang dianggap sebagai malam yang keramat. Jumaat malam untuk penganut setan adalah malam dimana mereka mengadakan kebaktian dan pesta.

Di salah satu bagian lirik juga mengatakan jika Diego dapat datang dan pergi sesuka hati. Hal ini seperti menggambarkan sosok Lucifer yang dapat menghilang dan hadir kapan saja sesuka hatinya untuk menggoda para manusia.

Di bagian reff lagu ini konon bagi orang Spanyol akan terdengar seperti "Jadilah sesat, Jehovah itu tidak ada, (atau bisa berarti; sesat bila mempercayai Jehova) tinggalkan keberadaan/imanmu saat ini mereka akan datang dan mereka akan memandu kita". Jehovah sendiri adalah salah satu nama dari tujuh nama Tuhan dalam kepercayaan agama bangsa Yahudi.

Kathrine Marshal seorang manager dari Institut Paranormal South Hampton mengatakan jika dalam bahasa suku Assab di bagian barat laut Afrika, Asereje mirip dengan dialek mereka dalam sebuah upacara pemanggilan arwah orang yang mati karena kecelakaan. Dan irama upacara pemanggilan arwah itu juga mirip dengan lagu Asereje dalam versi perkusi dan tambur.

Dalam lagu juga menjelaskan kombinasi ras si Diego yaitu Afro-Gypsy Rastafarian. Afro atau Afrika terkenal dengan occult dan tari-tarian pemujaannya, maka tak aneh mantra santet atau kutuk paling terkenal dan paling hebat datang dari Afrika yaitu Voodoo. Gypsy berkaitan dengan peramal dan penyihir. Sementara Rasta adalah sebuah mode yang lekat dengan pemberontakan dan narkoba.

Ada juga kata ragatanga di dalam lagu Asereje yang mana kata tersebut tidak memiliki arti apa-apa dalam bahasa Spanyol. Tapi seluruh Eropa tahu bahwa ragatanga adalah sebuah upacara pemanggilan kekuatan setan dari sebuah grup bid'ah yang bernama The Rouge.

Dengan banyaknya dugaan bahwa lagu Asereje adalah lagu satanisme atau penyembahan terhadap setan dan mulai adanya aksi penolakan lagu ini oleh gereja membuat pihak Sony selaku label yang menaungi Las Ketchup mengeluarkan klarifikasi. Pihak Sony mengatakan kalau lagu ini bercerita tentang Diego, seorang Rasta Afro Gipsi. (Sebuah gabungan yang aneh seorang negro yang rasta dan juga seorang gipsi). Dan Diego ini menyukai lagu tahun 1979 yang berjudul Rapper Delight yang dibawakan oleh Sugar Hill Gang. Dalam reff lagu tersebut ada lirik;

I said a hip hop the hippie the hippie
to the hip hip hop, a you don't stop
the rock it to the bang bang boogie
say up jumped the boogie
to the rhythm of the boogie, the beat.

Namun karena si Diego tidak bisa berbahasa Inggris, maka yang dinyanyikan menjadi seperti Ase re je dilidahnya itu. Dalam lagu tersebut juga tidak ada unsur penyembahan sama sekali. Jika ditemukan kata-kata yang aneh dan tidak ada artinya itu lebih didasarkan pada pilihan kata yang enak untuk dinyanyikan sesuai dengan rhythm lagu. Itulah penjelasan pihak Sony dan manajer Las Ketchup.

Pada akhirnya, isu lagu Asereje yang diduga sebagai lagu penyembahan tetaplah menjadi misteri sampai saat ini.

Tags: Lagu Penyembahan, Setan, Iblis, Hantu, Jin, Satanisme, Pengabdi Setan, Fakta, Trivia, Informasi Lengkap

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Misteri Lagu Asereje, Benarkah Lagu Pemujaan Terhadap Setan? "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel