Misteri Kematian Kurt Cobain

Misteri Kematian Kurt Cobain.jpg

Kurt Donald Cobain atau dikenal dengan Kurt Cobain adalah pentolan band Nirvana. Di band tersebut ia bermain sebagai vokalis dan gitaris. Kurt lahir pada 20 Februari 1967 di Aberdeen, Washington, Amerika Serikat. Pada usia 8 tahun, Kurt harus melihat kedua orang tuanya bercerai. Bermusik adalah salah satu cara Kurt untuk meluapkan emosi dan rasa depresinya.

Nirvana dibentuk pada tahun 1987 oleh Kurt dan Krist Novoselic yang menjadi pemain bas. Untuk posisi drumer sempat di isi beberapa orang yakni Aaron Burckhard, Dale Crover, Dave Foster, Chad Channing, dan Dave Grohl yang menjadi drumer Nirvana terakhir sampai band ini bubar pada tahun 1994. Kejayaan Nirvana diraih saat album Nevermind di rilis pada 1991 dengan hitnya yaitu Smells Like Teen Spirit dan Come as You Are. Band yang sering disebut pionir musik grunge – jenis musik rock yang khas dengan distorsi gitar – ini menelurkan 3 buah album studio dan 21 singel semasa aktifnya dengan beberapa penghargaan yang pernah diraih diantaranya 7 penghargaan MTV Video Music Award dan 1 penghargaan American Music Awards.

Kurt memang dikenal sebagai orang yang pendiam, temperamen dan juga emosional. Kurt bahkan pernah terlibat perseteruan dengan vokalis Guns N' Roses, Axl Rose. Hubungannya dengan sang istri, Courtney Love, diketahui juga kerap diwarnai pertengkaran dan kurang harmonis.

Kurt diyakini meninggal pada 5 April 1994 di kediamannya di Seattle, Washington, Amerika Serikat meskipun mayatnya sendiri baru ditemukan pada 8 April 1994 oleh seorang pekerja listrik bernama Gary Smith yang hendak memasang sistem keamanan di rumah Kurt. Mayat Kurt ditemukan dengan sebuah surat di dekat pot bunga dan ada juga sebuah senapan yang dibelikan oleh sahabat Kurt, Dylan Carlson.

Pada 10 April 1994 diadakan upacara pemakaman umum di Seattle Center. Jenazah Kurt kemudian dikremasi dan abunya sebagian disimpan oleh sang istri Courtney dalam boneka Teddy Bear, sebagian dibawa ke biara Buddha di Ithaca, New York untuk diberkati. Abu itu kemudian dicampur dengan tanah liat untuk dijadikan patung dalam Kurt Cobain Memorial Park. Sisa dari abu Kurt ditaburkan oleh putrinya, Frances Bean Cobain, di sebuah sungai kecil McLane Creek, Olympia Washington, kota yang dianggap Kurt telah memberinya inspirasi musiknya.

Sampai saat ini penyebab kematian Kurt yang diyakini publik adalah bunuh diri dengan menembakan senapan ke mulutnya. Kurt memang sudah menderita depresi dan stres cukup lama. Selama tahun-tahun terakhir kehidupannya, Kurt berjuang untuk lepas dari kecanduan heroin, penyakit dan depresi. Ia bahkan sudah menghisap ganja sejak usianya 13 tahun. Kurt sendiri sering merasa tidak nyaman dan frustasi karena pesan dan visi artistiknya telah disalahtafsirkan oleh publik.

Pada saat tur konser di Jerman tahun 1994, Kurt didiagnosis menderita bronkitis dan laringitis. Ia pun terbang ke Roma untuk menjalani perawatan dan kemudian disusul oleh Courtney. Di pagi berikutnya, Courtney terbangun dan menemukan Kurt sudah overdosis dari kombinasi sampanye dan rohypnol. Courtney mengatakan itu adalah percobaan bunuh diri pertama Kurt. Setelah lima hari berada di rumah sakit, Kurt akhirnya di izinkan pulang ke Seattle.

Dengan bujukan beberapa teman dan istrinya, Kurt mau menjalani detoksifikasi di Exodus Recovery Center di Los Angeles. Sayangnya ia kemudian kabur dari sana dan kembali ke Seattle tanpa sepengetahuan siapa pun. Di dalam penerbangan ke Seattle, ia duduk berdekatan dengan Duff McKagan yang merupakan personel Guns N' Roses. Meskipun Kurt punya masalah dengan Axl sang vokalis Guns N' Roses, Duff melihat bahwa Kurt tampak senang duduk di dekatnya, saat itu Duff sudah merasa ada ada yang tidak beres. Dan ternyata benar saja, Kurt mengakhiri hidupnya setibanya di Seattle.

Kurt ditemukan bersama sebuah surat yang ditulisnya untuk teman imajinernya yang bernama Boddah.

Surat Kurt Cobain sebelum bunuh diri.jpg
Surat Kurt Cobain sebelum bunuh diri

Berikut isi surat tersebut:

"Untuk Boddah

Berbicara dari lidah seorang bodoh yang berpengalaman, yang jelas lebih suka dikebiri, hai bocah yang suka mengomel (Boddah). Tulisan ini semestinya cukup mudah dipahami.

Semua peringatan dari perjalanan 'punk rock 101' selama bertahun-tahun, sejak perkenalan pertamaku dengan, jika bisa dikatakan, dunia penuh kebebasan dan sambutan hangat dari komunitasmu (Boddah) telah terbukti sangat benar adanya.

Aku belum merasakan kegembiraan dari mendengarkan serta menciptakan musik, membaca dan menulis musik, sejak bertahun-tahun lamanya.

Tak ada kata yang bisa mengungkapkan rasa bersalahku. Misalnya ketika kami (Nirvana) berada di belakang panggung dan lampu-lampu telah dipadamkan, dan deru teriakan penonton yang menggila dimulai.

Itu tidak mempengaruhiku seperti yang terjadi pada Freddie Mercury, yang tampaknya menyukai dan menikmati kekaguman penonton, sesuatu yang membuatku kagum dan iri.

Faktanya adalah, aku tak bisa membohongi kalian, tak seorang pun dari kalian. Jelasnya, itu tak adil bagi kalian dan bagiku. Kejahatan paling parah yang bisa kupikirkan adalah 'merampok' orang dengan kepalsuan dan berpura-pura seolah aku sedang menikmatinya.

Kadang aku merasa, seolah aku harus memencet tombol absen dulu sebelum aku bisa melarikan diri dari panggung.

Aku telah mencoba segalanya dengan segenap kemampuanku untuk mensyukurinya (dan aku bersyukur, Tuhan percayalah aku mensyukurinya, tapi aku tak pernah bisa).

Aku menyadari kenyataan bahwa aku dan kami (Nirvana) telah mempengaruhi dan menghibur banyak orang. Aku pasti seorang yang narsis, yang baru bisa menghargai sesuatu bila sudah tak ada lagi.

Aku terlalu sensitif. Aku perlu sedikit mati rasa untuk memperoleh kembali antusiasme seperti yang kualami saat aku kecil.

Di tiga tur terakhir kami, aku merasa lebih menghargai orang-orang yang dekat denganku dan fans kami. Tapi aku tak bisa melalui keputusasaanku, perasaan bersalah dan empatiku untuk setiap orang.

Ada kebaikan dalam diri kita semua dan kupikir aku terlalu mencintai manusia, teramat sangat, sampai aku merasa sedih. Kesedihan yang sedikit sensitif, tak peduli, 'pisces', Yesus.

Mengapa kau tak menikmatinya saja? Aku tak tahu! Aku punya seorang istri yang cantik, yang penuh ambisi dan empati, dan seorang putri yang mengingatkan aku seperti apa aku dahulu, penuh cinta dan kebahagiaan.

Ia (Frances) mencium siapa saja yang ditemuinya karena setiap orang baik padanya dan tak akan melukainya.

Itu sangat menakutkan bagiku sampai aku benar-benar tak berdaya. Aku tak sanggup berpikir bila Frances akan menjadi seseorang yang menyedihkan, menghancurkan diri sendiri, rocker 'kematian', seperti diriku.

Aku pernah merasa bahagia, sangat bahagia, dan aku bersyukur, tapi semenjak usia tujuh tahun, aku menjadi penuh kebencian kepada seluruh manusia pada umumnya.

Hanya karena mungkin aku melihat begitu mudahnya bagi orang untuk hidup bersama dan punya empati.

Hanya karena aku begitu mencintai dan memprihatinkan orang lain kukira.

Terima kasih semua, dari dasar tempat pembakaran jasadku, atas perhatian kalian (perutku sering sakit saat membaca surat kalian). Aku terlalu labil, moody, sayang! Aku tak punya gairah lagi, jadi ingatlah, lebih baik terbakar daripada memudar.

Damai, Cinta, Empati. Kurt Cobain.

Frances dan Courtney, Aku akan hadir di altar (pernikahanmu). Tolong lanjutkan Courtney, untuk Frances. Untuk kehidupannya yang akan jauh lebih berbahagia tanpa kehadiranku. AKU MENCINTAIMU. AKU MENCINTAIMU.

My my, hey hey
Rock and roll is here to stay
It's better to burn out
Than to fade away
My my, hey hey."

Diakhir surat tersebut adalah sepenggal lirik lagu My My, Hey Hey dari Neil Young yang dirilis pada tahun 1979.

Kematian Kurt sampai saat ini memang diketahui sebagai bunuh diri, namun sebagian orang merasa ada yang janggal dan menganggap Kurt tewas dibunuh. Lalu, siapa yang membunuhnya?

Kurt tak mungkin mampu menarik pelatuk senapan ke mulutnya lantaran kandungan obat-obatan dalam tubuh Kurt yang terlalu banyak. Dilaporkan, kadar heroin yang terkandung dalam darahnya saat tewas adalah 1,52 milligram per liter. Karena itulah sebagain orang berpendapat kalau Kurt tewas di bunuh.

Yang mengejutkan adalah Courtney sang istri diduga sebagai dalang dibalik kematian Kurt, meskipun Courtney tidak secara langsung membunuh Kurt. Dugaan ini muncul setelah Eldon Wayne Hoke atau dikenal juga dengan Eldon Hoke mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Vokalis band The Mentors yang biasa di panggil El Duce ini mengaku ditawari uang $50 ribu oleh Courtney untuk membunuh Kurt namun ia menolak. Anehnya 2 hari setelah mengeluarkan pernyataan tersebut, Eldon meninggal dalam sebuah kecelakaan. Banyak orang meyakini kematiannya berkaitan dengan pernyataannya perihal kematian Kurt, jika itu benar maka Courtney bisa saja benar-benar terlibat atas kematian Kurt. Namun, pada akhirnya kematian Eldon dinyatakan sebagai murni kecelakaan dan kematian Kurt juga tetap dianggap sebagai bunuh diri.

Spekulasi juga muncul bahwa Courtney sengaja merencanakan kematian Kurt agar harta Kurt jatuh ketangannya. Saat itu Nirvana memang sedang pada puncak kejayaannya dan tentu saja uang yang didapat Kurt juga luar biasa banyak. Di waktu yang bersamaan, hubungan Kurt dan Courtney sedang di ujung tanduk, bahkan saat itu kabarnya mereka hampir bercerai. Courtney memang memiliki sifat yang tidak jauh gilanya dengan Kurt, bahkan saat Courtney sedang hamil mereka berdua tetap memakai obat-obatan terlarang dan meminum minuman keras. Orang-orang pun mengatakan kalau bayi yang ada dalam kandungan Courtney tidak akan selamat atau akan terlahir cacat namun bayi tersebut ternyata terlahir sehat dan diberi nama Frances Bean Cobain.

Tulisan yang terdapat dalam surat yang ditulis Kurt juga kabarnya memiliki perbedaan dengan tulisan tangan Kurt sendiri, apakah surat itu ditulis oleh orang lain? Entahlah.

Kematian Kurt sampai sekarang memang masih menyimpan banyak misteri, meskipun bunuh diri tetap menjadi penyebab yang diyakini publik. Namun, siapa yang tahu kebenarannya?

Referensi:
www.wikipedia.org
https://m.medcom.id/hiburan/musik/PNgPl7Lb-menguak-misteri-kematian-kurt-cobain
https://lifestyle.sindonews.com/read/1098914/166/4-teori-konspirasi-seputar-kematian-kurt-cobain-1459953852
https://m.liputan6.com/global/read/3935977/8-4-1994-misteri-bunuh-diri-kurt-cobain-dari-nirvana-depresi-atau?utm_expid=.t4QZMPzJSFeAiwlBIOcwCw.0&utm_referrer=false
https://www.gatra.com/detail/news/408250-Penyebab-Kematian-Kurt-Cobain-Masih-Misteri
https://www.seniberpikir.com/kisah-tentang-kurt-cobain-legenda-yang-gila/
http://kurukuruland.blogspot.com/2017/02/misteri-kematian-kurt-cobain.html?m=1
http://www.justiceforkurt.com/dugaan-keterlibatan-courtney-love-dalam-kematian-kurt-cobain/

Misteri, Kisah Kematain Kurt Cobain, Nirvana, Foto, Gambar, Kronologi, Video, Ilustrasi, Berita, Sejarah, Tanggal, Wikipedia, Mengenang

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Misteri Kematian Kurt Cobain"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel