Raksasa dari Cardiff, Salah Satu Hoax Terbesar Sepanjang Sejarah

Raksasa dari Cardiff.jpg

Pada 16 Oktober 1869 dua pekerja penggali sumur bernama Gideon Emmons dan Henry Nichols menemukan manusia raksasa yang membatu di sebuah lahan milik William C. "Stub" Newell di Cardiff, New York, Amerika Serikat.

Tiga hari setelah penemuan tersebut, sebuah surat kabar terbitan Syracuse menurunkan berita headline berjudul "A Wonderful Discovery" (Sebuah Penemuan Menakjubkan). Penemuan tersebut menghebohkan seantero Amerika Serikat dan juga seluruh dunia. Apalagi penemuan ini hanya berselang sekitar 10 tahun dari penerbitan buku Origin of Species-nya Charles Darwin. Maka tak heran orang-orang kemudian datang berbondong-bondong untuk melihat manusia raksasa setinggi 3 meter tersebut. Manusia raksasa yang membatu tersebut kemudian disebut Raksasa dari Cardiff (The Cardiff Giant).

Pemilik lahan mematok harga 25 sen untuk setiap orang yang ingin melihat penemuan menggemparkan dan disebut-sebut penemuan paling penting dalam dunia sains tersebut, 2 hari kemudiam harganya dinaikan menjadi 50 sen. Pada pekan pertama saja 2.500 orang datang mengunjungi tempat tersebut untuk memuaskna rasa penasaran mereka akan manusia raksasa yang membatu itu. Total uang yang didapat Newell dari hebohnya Raksasa dari Cardiff mencapai $20,000, jumlah yang sangat banyak pada waktu.

Banyak yang menganggap Raksasa dari Cardiff ini menjadi penemuan arkeologi terpenting yang mungkin berhubungan dengan Teori Evolusi. Berbagai teori, dugaan, serta pendapat umum sampai legenda dan mitos pun mengalir mengenai raksasa yang membatu itu. Salah seorang pekerja yang menggali fosil tersebut menduga bahwa ini adalah jasad raksasa dari kaum suku Indian yang pernah mendiami wilayah New York di masa lalu. Sosok ini juga dipercaya adalah nenek moyang jauh dari warga suku asli, Onroaga iroquois. Dugaan lain adalah kaum raksasa yang pernah mendiami lembah-lembah, gua dan dunia bawah tanah di daratan Amerika ribuan tahun lalu. Ada lagi yang menghubungkannya dengan mitologi manusia raksasa pemangsa manusia yang disebut ogre. Bahkan yang lebih berani mengajukan teori itu merupakan fosil ras raksasa yang pernah tercantum dalam Kitab Kejadian di Perjanjian Lama. Penemuan ini juga seolah menjawab misteri tentang keberadaan manusia raksasa yang pada waktu tersebut menjadi mitos.

Namun penemuan tersebut menjadi terlihat bodoh ketika ternyata itu semua hanya rekayasa dan menjadi salah satu hoax terbesar sepanjang sejarah Amerika Serikat.

Othniel C. Marsh, seorang ahli paleontologi terkenal dari Universitas Yale yang mengatakan bahwa penemuan itu adalah omong kosong belaka. Pendapat itu pun didukung para ahli. Mereka mengatakan bahwa manusia raksasa yang menghebohkan tersebut terbuat dari gipsum. Sejumlah pahatan pun terlihat jelas di sekujur tubuh sang fosil buatan.

Berdasarkan pengamatan singkat Dr. John F Boynton, ia mengajukan teori spekulasi yang menyatakan manusia raksasa yang membatu itu adalah karya pahat dan ukir misionaris yang datang ke daratan Amerika sekitar abad ke-17 untuk mengesankan penduduk Indian lokal, demi kepentingan syiar. Sementara ahli geologi James Hall memprediksikan bahwa raksasa membatu itu bukanlah fosil, melainkan sebuah patung kuno.

Namun, sebagian ahli justru menyatakan keaslian fosil itu sebagai manusia raksasa yang membatu. Mereka yakin berdasarkan temuan semacam pori-pori di bagian luar lapisan batu itu, pori-pori yang mirip dengan pori-pori manusia.

Inilah kebenarannya, George Hull yang tak lain adalah sepupu Newell menaruh Raksasa dari Cardiff yang ternyata adalah sebuah patung yang terbuat dari gipsum tersebut di lahan milik Newell setahun yang lalu pada tahun 1868. Ia kemudian menyuruh dua orang untuk menggali sumur disana pada tahun 1869, tentu saja tujuannya agar si Raksasa dari Cardiff ditemukan dan membuat kehebohan. Selanjutnya, seperti yang dijelaskan sebelumnya, Newell mematok harga bagi para pengunjung yang kemudian menghasilkan pundi-pundi uang bagi mereka.

Hull hanyalah penjual tembakau yang tidak mengenyam bangku sekolah, ia juga adalah ateis. Namun, Hull memang diketahui memiliki minat yang tinggi pada dunia sains. Ia memutuskan untuk membuat raksasa setelah bertengkar pada pertemuan kebangunan Metodis tentang perjalanan di Kejadian 6:4 yang menyatakan bahwa ada raksasa yang pernah tinggal di Bumi.

Hull menyewa orang untuk membuat blok gipsum setinggi 3,2 m di Fort Dodge, Iowa. Ia mengatakan kepada mereka bahwa balok gipsum tersebut untuk monumen Abraham Lincoln di New York. Dia mengirim blok itu ke Chicago, disana ia menyewa Edward Burghardt, seorang tukang batu Jerman, untuk mengukirnya menjadi serupa dengan seorang pria dan bersumpah untuk menjaga rahasia. Koran Chicago Tribune pada edisi 2 Februari 1870 memuat artikel kesaksian dari pemahat patung tersebut.

Berbagai noda dan asam digunakan untuk membuat raksasa itu tampak tua dan lapuk, dan permukaan raksasa dipukuli dengan jarum rajut baja tertanam dalam papan untuk membuat pori-pori agar patung tersebut semakin terlihat sebagai manusia raksasa asli. Total biaya pembuatan patung tersebut mencapai $2,600.

Hull mengakui semua kebohongan yang ia buat tentang Raksasa dari Cardiff pada 10 Desember 1869 namun sebelum itu ia menjualnya dengan harga $23,000 kepada sindikasi lima orang yang dipimpin oleh David Hannum. Mereka memindahkannya ke Syracuse, New York untuk dipamerkan.

Raksasa itu menarik orang banyak sehingga P.T. Barnum menawarkan $50,000 untuk raksasa itu. Ketika sindikasi menolaknya, dia menyewa seorang pria untuk membuat model bentuk raksasa itu secara diam-diam dengan lilin dan membuat replikanya dari plester. Dia menaruh raksasanya itu di pameran di New York, ia juga mengklaim bahwa raksasa itu adalah raksasa yang asli dan Raksasa dari Cardiff itu palsu. Hannum menggugat Barnum karena menyebutkan raksasanya adalah palsu. Namun setelah pengakuan Hull, kedua raksasa tersebut baik milik Hannum atau Barnum dinyatakan palsu oleh pengadilan.

Setelah berpindah pemilik beberapa kali, pada 1947 Raksasa dari Cardiff buatan Hull itu dibeli Museum Pertanian Cooperstown, New York. Patung ini kemudian ditempatkan dalam ruang diorama spesial lokasi pertanian Cardiff. Patung itu menjadi benda pamer di museum tersebut hinga kini, menjadi monumen akan sebuah penipuan besar. Sementara replika atau duplikatnya yang dibuat Barnum kini ditempatkan di Marvin's Marvelous Mechanical Museum, sebuah museum alat permainan yang dioperasikan koin, di Farmington Hills, Michigan.

Referensi:
https://m.kumparan.com/encylovepedia-sains/raksasa-cardiff-hoaks-terbesar-dalam-sejarah-amerika
http://fajar-permadi.blogspot.com/2011/06/raksasa-dari-cardiff-yang-fiktif.html?m=1
https://www.merinding.com/2019/04/raksasa-dari-cardiff-cardiff-giant.html?m=1
https://intisari.grid.id/read/03916536/penemuan-manusia-raksasa-setinggi-35-meter-adalah-hoax-terbesar-yang-pernah-dibuat?page=all

Tags: Raksasa dari Cardiff, Monster, Buku, Berita, Penipuan Terbesar, Penemuan Palsu, Hoaks, Hoax, Sejarah

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Raksasa dari Cardiff, Salah Satu Hoax Terbesar Sepanjang Sejarah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel