Kisah Kanibalisme dan Pembunuhan Berantai Albert Fish

Albert Fish.jpg

Albert Fish adalah seorang pembunuh berantai, pelaku pelecehan seksual terhadap anak, dan seorang kanibal. Ia lahir dengan nama Hamilton Howard Fish pada 19 Mei 1870 di Washington, D.C., Amerika Serikat. Karena aksi-aksi sadisnya, ia mendapat berbagai julukan mengerikan seperti Gray Man, The Werewolf of Wysteria, The Brooklyn Vampire, The Moon Maniac, dan The Boogey Man.

Albert lahir dari pasangan Randall dan Ellen Fish, usia kedua orang tuanya terpaut cukup jauh, dimana ayah Albert 43 tahun lebih tua dari sang istri. Waktu Albert lahir usia ayahnya adalah 75 tahun. Albert juga memiliki 3 saudara kandung yaitu Walter, Annie, dan Edwin. Ia menggunakan nama Albert setelah kematian saudara kandungnya dan agar ia tidak dijuluki "Ham & Eggs" lagi saat ia di panti asuhan.

Keluarga Fish sudah identik dengan gangguan kejiwaan. Paman Albert menderita manic syndrome, yang merupakan sebuah keadaan dimana gairah, pengaruh, dan tingkat energi meningkat secara tidak normal. Saudara laki-lakinya dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Saudara perempuannya didiagnosa mental affliction. Tiga orang saudara kerabat lainnya didiagnosa menderita penyakit kejiwaan. Sementara ibunya memiliki aural/visual hallucinations.

Ayah Albert merupakan bekas seorang kapten kapal dan sempat menjadi pengusaha pupuk, namun kemudian dia meninggal pada 16 Oktober 1875 karena serangan jantung. Kemudian oleh ibunya, Albert dimasukkan ke panti asuhan Saint John di Washington. Ditempat tersebut, Albert seringkali mengalami kekerasan fisik. Dan semakin lama, Albert mengaku malah semakin menikmati rasa sakit yang diakibatkan oleh banyaknya pemukulan yang dia alami itu.

"Aku berada disana sampai umurku hampir sembilan tahun, dan disitulah aku mulai salah. Kami dicambuk tanpa ampun. Aku melihat anak laki-laki melakukan banyak hal yang seharusnya tidak mereka lakukan," kata Albert.

Pada tahun 1880, ibu Albert mendapatkan pekerjaan di pemerintahan dan mampu membawa Albert dari panti asuhan. Albert diketahui juga sebagai penyuka sesama jenis alias  gay atau lebih tepatnya biseksual, menyukai perempuan ataupun laki-laki. Pada tahun 1882, Albert mulai berkenalan dan menjalin hubungan dengan seorang remaja pengantar telegraf. Sejak saat itu, remaja tersebut mulai mengenalkan Albert dengan urolagnia (aktivitas meminum urine atau air kencing) dan coprophagia (aktivitas memakan kotoran manusia). Albert juga mulai sering mengunjungi pemandian umum di akhir minggu, hanya untuk melihat anak laki-laki yang telanjang.

Pada tahun 1890, Albert pergi menuju New York. Disana Albert mengaku menjadi seorang prostitusi dan mulai memperkosa remaja laki-laki. Delapan tahun kemudian yakni pada tahun 1898 ketika Albert berumur 28 tahun, Albert dinikahkan oleh ibunya pada seorang perempuan yang bernama Anna Mary Hoffman yang umurnya lebih muda 9 tahun. Setelah menikah, mereka mempunyai 6 orang anak yaitu Albert, Anna, Gertrude, Eugene, John, dan Henry.

Pada bulan Januari 1917, Albert ditinggalkan oleh istrinya demi seorang laki-laki yang bernama John Straube. Sejak saat itu, mau tidak mau Albert harus mengurus keenam anaknya sendirian. Selain itu, Albert juga sering mengalami auditory hallucinations. Bahkan pernah disuatu hari, Albert membungkus dirinya dengan karpet yang menurutnya dilakukan atas perintah dari John the Apostle, yang merupakan satu dari 12 Rasul Yesus.

Albert juga mulai memuaskan dirinya sendiri dengan menanamkan jarum-jarum ke tubuh bagian selangkangan dan perutnya, memukul dirinya sendiri dengan tongkat yang dipenuhi paku, bahkan memasukkan benang wol kedalam lubang anusnya yang sebelumnya sudah dicelupkan kedalam bahan bakar dan kemudian menyalakan api pada benang wol tersebut. Walaupun Albert tidak pernah berpikir untuk melakukan penyiksaan ataupun pelecehan terhadap anak-anaknya, namun dia menyuruh anak-anaknya dan teman-temannya untuk memukul Albert dibagian pantat, sama seperti ketika dia melakukannya sendiri. Selain itu, Albert juga mulai terobsesi dengan kanibalisme, Ia kerap menyajikan daging mentah untuk makan malam anak-anaknya.

Albert dikonfirmasi telah membunuh 3 orang yaitu Francis X. McDonnell, Billy Gaffney, dan Grace Budd. Meskipun hanya 3 pembunuhan itu yang bisa ditelusuri asal usulnya, namun korban dari tindakan bengis Albert diperkirakan mencapai puluhan hingga seratus orang lebih.

Salah satu aksi pembunuhan paling terkenalnya adalah terhadap Grace Budd. Pada 25 Mei 1928, Albert melihat sebuah iklan di koran New York World bertuliskan "Young man, 18, wishes position in country. Edward Budd, 406 West 15th Street.", sebuah iklan yang dipasang oleh Edward Budd yang sedang mencari pekerjaan. Albert yang kala itu sudah berusia 58 tahun kemudian datang ke alamat rumah Edward dan mengaku sebagai Frank Howard, seorang petani dari Farmingdale, New York. Albert kemudian menjanjikan sebuah pekerjaan untuk Edward dan temannya, Willie. Mereka berdua akan dipekerjakan dalam beberapa hari ke depan dengan bayaran $15 perminggu, namun Albert tak kunjung datang lagi. Albert kemudian mengirim telegraf yang berisikan permintaan maaf kepada Edward.

Albert kembali datang ke rumah Edward dan kali ini ia bertemu dengan Grace Budd, saudara perempuan Edward. Albert kemudian mengalihkan targetnya dari Edward ke Grace. Ia kemudian mengarang cerita tentang ulang tahun keponakannya yang harus ia hadiri di 137th Street and Columbus Avenue. Ia meyakinkan Delia Flanagan dan Albert Budd I yang merupakan orang tua Edward dan Grace untuk mengizinkan Grace menemaninya ke ulang tahun tersebut. Betapa bodohnya orang tua Grace yang malah mengizinkan Albert membawa Grace, kelanjutannya sudah bisa ditebak, Grace yang pergi bersama Albert hari itu tidak pernah kembali ke rumah.

Karena Grace tak kunjung kembali, ayahnya mencoba mencari ke alamat tempat ulang tahun tersebut. Namun dia menemukan bahwa alamat tersebut tidak pernah ada, Colombus hanya ada sampai 109th. Ayahnya pun melapor pada polisi dan Grace dinyatakan hilang.

Dalam kasus ini sempat terjadi salah tangkap dimana polisi malah menangkap seorang pria berusia 66 tahun, Charles Edward Pope pada 5 September 1930. Charles harus mendekam di penjara selama 108 hari antara hari penangkapannya dan persidangannya pada 22 Desember 1930. Ia kemudian dinyatakan tidak bersalah. Pada waktu itu teknologi memang tidak secanggih sekarang, Albert yang memalsukan identitasnya sebagai Frank Howard benar-benar sangat sulit dicari.

Pada November 1934, sebuah surat tak dikenal diterima Keluarga Budd. Surat tersebut ternyata dari si pembunuh Grace yang tidak lain adalah Albert. Dalam surat itu dijelaskan bagaimana proses Albert bertemu Grace sampai membunuhnya.

Inilah salah satu bagian paling mengerikan dalam surat tersebut yang menjelaskan bagaimana Albert membunuh serta memakan tubuh Grace dengan cara yang sadis:

"First I stripped her naked. How she did kick – bite and scratch. I choked her to death then cut her in small pieces so I could take my meat to my rooms, cook and eat it. How sweet and tender her little ass was roasted in the oven. It took me 9 days to eat her entire body. I did not fuck her, though, I could of [sic] had I wished. She died a virgin."

Terjemahannya:

" Pertama saya melucuti pakaiannya. Dia menendang, mengigit, dan mencakar. Saya mencekiknya sampai mati, kemudian memotongnya menjadi bagian-bagian kecil sehingga saya dapat membawa dagingnya keruangan saya. Memasaknya dan memakannya. Betapa enak dan lembut dagingnya ketika dipanggang di dalam oven. Saya membutuhkan waktu 9 hari untuk menghabiskan seluruh tubuhnya. Saya tidak berhubungan dengannya meskipun saya berharap dapat. Dia mati sebagai perawan"

Kemudian polisi menyelidiki surat tersebut yang dikirim dalam sebuah amplop, dan pada amplop tersebut terdapat lambang berbentuk heksagonal kecil dengan rangkaian huruf N.Y.C.P.B.A. Rangkaian huruf tersebut merupakan singkatan dari New York Private Chauffeur's Benevolent Association. Seorang pesuruh perusahaan sempat mengatakan pada polisi bahwa dia membawa pulang beberapa alat tulis dan meninggalkannya dikamar yang dia sewa di 200 East 52nd Street, sebelum dia pindah. Kemudian si pemilik kamar juga mengatakan pada polisi bahwa Albert meninggalkan kamar tersebut beberapa hari sebelumnya. Selain itu, anak laki-laki Albert juga mengiriminya uang dan menyuruh si pemilik kamar untuk menunggu pengiriman berikutnya. William F. King yang merupakan Kepala Bagian Penyelidikan kasus tersebut, menunggu diluar kamar hingga Albert kembali. Kemudian Albert muncul dan sempat berusaha untuk melukai William dengan silet, namun pada akhirnya dia bisa dilumpuhkan dan segera dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi.

Aksi-aksi bengis Albert baru terbongkar setelah ia ditangkap. Albert sempat bertemu dengan seorang remaja berumur 19 tahun yang bernama Thomas Kedden. Thomas yang saat itu diketahui menderita intellectual disability, dibawa oleh Albert ke tempat dimana dia tinggal. Disana, mereka berdua melakukan hubungan sadomasochistic. 10 hari kemudian, Albert membawa Thomas ke sebuah gudang tua dan mulai melakukan penyiksaan terhadapnya selama dua minggu berturut-turut. Albert mengikat Thomas dan memotong separuh alat kelaminnya. Pada awalnya Albert berniat untuk membunuhnya dan memotong tubuhnya menjadi dua bagian, namun menurutnya, cuaca yang terlalu panas akan menarik perhatian banyak orang. Rencananya tersebut kemudian berubah. Albert justru menyiram bagian tubuh Thomas yang terluka dengan peroksida dan menutupnya dengan saputangan yang sudah diolesi vaseline. Albert kemudian meninggalkan Thomas setelah sempat menciumnya dan meninggalkan uang sebesar $10.

Albert memang sering memilih target anak disabilitas atau orang kulit hitam, ia menganggap hilangnya orang-orang seperti itu tidak akan terlalu menarik perhatian publik. Dulu di Amerika Serikat orang-orang kulit hitam memang terpinggirkan. Tidak jarang, Albert juga membayar orang lain untuk mencarikannya anak-anak yang lain. Dan kemudian Albert akan menyiksa mereka, membunuh mereka, dan memutilasi mereka dengan menggunakan golok, pisau daging, dan gergaji.

Pada tanggal 11 Juli 1924, Albert menemukan Beatrice Kiel yang berumur 8 tahun, yang saat itu sedang bermain dipertanian milik orang tuanya. Albert kemudian menawarkannya sejumlah uang untuk membantunya mencari tanaman rhubarb. Namun ketika mereka berdua akan pergi, ibu Beatrice muncul dan mengejar Albert. Tapi kemudian Albert kembali ke lumbung milik keluarga Kiel, dan ketika Albert akan tidur, Hans Kiel yang merupakan pemilik pertanian, menemukannya dan menyuruhnya pergi.

Albert juga diduga melakukan kejahatan yang sama terhadap Francis X. McDonnell, seorang anak laki-laki berumur 9 tahun. Francis dilaporkan hilang oleh orangtuanya pada tanggal 24 Juli 1924, ketika dia tidak juga kembali setelah bermain bersama teman-temannya di Port Richmond.

Setelah dilakukan pencarian, Francis ditemukan didaerah hutan didekat rumahnya, dalam keadaan tergantung dipohon dan sudah meninggal. Francis diserang secara seksual dan dicekik dengan suspender yang berasal dari celananya. Menurut pihak otopsi, Francis mengalami luka sobek yang panjang dibagian kaki dan perut, bahkan urat kakinya hampir terpisah dari bagian daging. Albert sempat menolak untuk bertanggung jawab atas pembunuhan terhadap Francis. Belakangan dia mengakuinya, ia juga berniat untuk memotong bagian kemaluannya, namun dia mengurungkan niatnya setelah dia mendengar seseorang mendatangi daerah tersebut.

Selama tahun 1924, Albert yang kala itu sudah berumur 54 tahun, menderita psikosis dan merasa Tuhan memerintahkannya untuk menyiksa anak-anak lebih banyak lagi dan juga memutilasi mereka. Albert pun mulai mencari korban lagi dan calon korban berikutnya bernama Cyril Quinn. Dia dan temannya sedang bermain dipinggir jalan ketika Albert muncul dan bertanya pada mereka berdua apakah mereka sudah makan atau belum. Karena mereka berdua menjawab belum, kemudian Albert mengajak mereka menuju apartemennya. Selagi Albert membuatkan sandwich untuk mereka, keduanya bermain diatas ranjang milik Albert dan kemudian tanpa sengaja matrasnya tergeser. Dibawahnya, mereka melihat golok, pisau dapur, dan gergaji. Seketika itu juga, mereka langsung melarikan diri.

Korban selanjutnya yang diduga dibunuh oleh Albert adalah Billy Gafney yang berumur 4 tahun. Billy sedang bermain dengan temannya ketika dia dibawa oleh seseorang yang disebut temannya sebagai "The Boogeyman". Kejadian tersebut terjadi pada tanggal 11 Februari 1927.

Joseph Meehan, seorang mekanik di Brooklyn Trolley, mengaku melihat foto Albert yang terpampang dikoran dan dia mengenalinya sebagai laki-laki yang pada tanggal 11 Februari terlihat sedang menenangkan seorang anak kecil yang berada didalam kereta bayi, yang sedang menangis sambil berkali-kali memanggil ibunya.

Detektif yang menangani orang hilang, kemudian mendapatkan bukti baru bahwa Albert bekerja sebagai tukang cat di perusahaan Brooklyn Real Estate selama bulan Februari 1927 dan lokasi hilangnya Billy tidak jauh dari tempat Albert bekerja.

Albert mengaku bahwa dia membawa Billy ke sebuah rumah kosong didaerah River Ave, kemudian melepas semua bajunya, mengikat tangan dan kakinya, dan membungkamnya dengan lap kotor. Baju milik Billy juga dibakar dan sepatunya dibuang ketempat sampah. Albert kemudian pulang kerumahnya setelah sebelumnya membawa kereta bayi kembali menuju ke tempatnya pada jam 2 pagi.

Keesokan harinya pada jam 2 siang, Albert kembali menemui Billy sambil membawa sebuah cambuk yang dia buat sendiri dari ikat pinggang miliknya. Kemudian dia mencambuk Billy dibagian belakang hingga darah terlihat mengalir melalui kakinya. Selain itu, Albert juga memotong kupingnya, hidungnya, menyayat bagian wajah yang memanjang dari kuping kanan hingga ke kuping kirinya, mencungkil matanya, menancapkan pisau diperut Billy dan meminum darahnya.

Albert kemudian mengambil karung dan mengumpulkan beberapa batu. Dari situ, Albert mulai memotong-motong tubuh Billy dan memilahnya, memasukkannya kedalam karung, menambahkan batu-batu sebagai pemberat, dan membuangnya disebuah kolam berlumpur yang berada disepanjang North Beach. Albert juga sempat membawa beberapa bagian tubuh tertentu untuk dimasak dirumah.

Albert menjalani sidang pertamanya pada tanggal 11 Maret 1935, berkenaan dengan kasus pembunuhan yang dilakukannya terhadap Grace. Menurut kesaksian beberapa psikiater yang dihadirkan oleh pengacara yang membelanya, Albert mempunyai sexual fetishes yang diantaranya adalah sadism, masochism, cunnilingus, anilingus, fellatio, flagellation, exhibitionism, voyeurism, piquerism, cannibalism, coprophagia, urophilia, pedophilia, dan infibulation. Oleh karenanya, saat itu Albert dinyatakan tidak waras dan mengklaim mendengar suara Tuhan yang memerintahkannya untuk membunuh.

Kemudian Jaksa penuntut menghadirkan lima orang saksi, diantaranya adalah Menas Gregory yang merupakan bekas manajer di Bellevue Psychiatric Hospital, dimana Albert pernah dirawat. Dia bersaksi bahwa Albert memang abnormal, namun dia waras. Menurutnya, memiliki sexual fetishes bukan berarti Albert sakit jiwa. Bahkan Albert sama seperti kebanyakan orang pada umumnya dan secara sosial merupakan orang yang termasuk baik-baik saja.

Saksi kedua merupakan dokter magang di The Tombs Detention Complex yang bernama Perry Lichtenstein. Dia menyatakan bahwa rasa sakit yang ditimbulkan dari siksaan yang dilakukan Albert terhadap dirinya sendiri, bukan merupakan sebuah kondisi kejiwaan. Namun hal tersebut dilakukan karena dia memang mempunyai tujuan untuk mendapatkan kepuasan seksual.

Kemudian saksi ketiga yang bernama Charles Lambert memberikan kesaksian bahwa coprophilia merupakan aktivitas yang umum, dan religious cannibalism mungkin memang menunjukan gejala psikopat. Namun bukan menjadi sebuah bukti yang mengarah ke penyakit kejiwaan, dan hal tersebut hanyalah persoalan selera.

Saksi keempat yang bernama James Vavasour, hanya memberikan keterangan yang sama seperti yang dijelaskan oleh Charles. Dan saksi terakhir adalah Mary Nicholas yang merupakan anak tiri Albert yang berumur 17 tahun. Dia memberikan keterangan bahwa Albert kerap mengajari anak-anaknya untuk melakukan permainan yang melibatkan kegiatan masochism dan pelecehan anak.

Setelah sidang yang berlangsung selama 10 hari tersebut, Albert dinyatakan waras dan bersalah. Dan hakim memutuskan hukuman mati yang dilakukan setahun kemudian yaitu pada tanggal 16 Januari 1936. Albert meninggal dikursi listrik pada jam 11.09 malam di Sing Sing Correctional Facility yang merupakan penjara dengan sistem keamanan tingkat tinggi, dan dikuburkan di Sing Sing Prison Cemetary. Albert menjadi salah satu orang tertua yang dieksekusi di kursi listrik.

Sebuah film berjudul "The Gray Man" yang terinspirasi dari kisah mengerikan Albert dirilis pada tahun 2007. Di film tersebut, Patrick Bauchau berperan sebagai Albert Fish.

Referensi:
https://m.kaskus.co.id/thread/5ae86009a2c06e913d8b457a/the-gray-man-albert-fish/
http://m.erabaru.net/2017/04/04/kisah-nyata-si-kanibal-gila-packer-yang-memakan-rekannya-untuk-bertahan-hidup/
https://keepo.me/lifestyle/5-film-pembunuhan-yang-diangkat-berdasarkan-kisah-nyata/
http://duniamenyeramkan.blogspot.com/2018/04/secret-of-wysteria-rahasia-tentang.html?m=1
https://m.mediaindonesia.com/read/detail/140879-1936-eksekusi-albert-fish
https://bestglitz.com/indonesia/10-fakta-mengebiri-tentang-pembunuh-berantai-albert-fish/
http://www.jurukunci.net/2011/10/albert-fish.html?m=1

Tags: Kisah, Cerita, Albert Fish Adalah, Siapa, Film, Movie, Wikipedia Indonesia, Quotes, Reddit, Kanibal

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Kisah Kanibalisme dan Pembunuhan Berantai Albert Fish"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel