Suku Aghori dan Hal-Hal Aneh yang Mereka Lakukan

Suku Aghori.jpg

Di India ada sebuah suku yang memiliki kebiasaan-kebiasaan aneh bahkan tergolong mengerikan, suku itu adalah suku Aghori. Suku ini menyembah Dewa Siwa. Mereka percaya bahwa Dewa Siwa adalah yang maha kuasa dan itu mutlak. Menurut mereka, apapun yang terjadi di alam semesta ini karena Dewa Siwa. Dalam bahasa Sansekerta, Aghori berarti 'tak menakutkan', namun penampilan serta apa yang biasa mereka lakukan justru sebaliknya.

Beberapa hal yang kita anggap aneh bagi Suku Aghori justru sebaliknya, mereka menganggap itu adalah hal yang wajar. Suku Aghoris diketahui membiarkan rambutnya panjang dan jarang memotongnya. Mereka juga tak malu untuk tampil telanjang atau hanya menutupi bagian tubuh dengan pakaian minimalis.

Salah satu kebiasaan mengerikan mereka adalah kanibalisme. Prilaku memakan daging manusia ini masih mereka lakukan sampai saat ini, namun Suku Aghori tidak membunuh untuk bisa memakan daging manusia, mereka memilih untuk mencuri mayat dari pemakaman dan memakannya secara langsung tanpa dimasak terlebih dahulu. Hal ini diyakini karena memakan mayat manusia bisa memberikan mereka kekuatan dan membawanya lebih dekat dengan Dewa Siwa. Selain itu mereka juga suka bermeditasi di atas bangkai mayat yang sudah setengah dimakan. Mereka memercayai bahwa tubuh orang mati tersebut bisa mendekatkan mereka pada yang kuasa.

Sisa abu kremasi alias pembakaran mayat dianggap sebagai pelindung bagi Suku Aghori dari bencana dan energi negatif lainnya, itulah kenapa mereka selalu melumuri sekujur tubuh mereka dengan abu kremasi. Bahkan, abu kremasi dianggap bisa memberikan kekuatan gaib yang membuat mereka bisa berbicara dengan orang yang sudah meninggal.

Suku Aghori juga menjadikan tengkorak manusia sebagai cangkir atau mangkuk. Mereka meyakini, kekuatan orang yang sudah mati masih menempel di bagian atas tengkorak. Mereka mengucapkan sebuah mantra persembahan dan menuangkan alkohol ke dalam tengkorak tersebut. Lalu, para Aghori ini memanggil roh pemilik tengkorak dan menjadikannya kekuatan untuk melayaninya.

Satu lagi kebiasaan Suku Aghori yang tak kalah gila, bagi umat Hindu tidak berhubungan seks adalah salah satu cara untuk mencapai tingkatan dewa namun Suku Aghori justru kerap melakukan hubungan seksual di tengah-tengah mayat. Aghoris percaya, berhubungan seks di tengah-tengah mayat dapat memberikan mereka kekuatan khusus. Pada saat bersamaan, ada suara pukulan drum yang keras diiringi mantra-mantra. Saat melakukan hubungan badan, pihak wanita tidak boleh dipaksa (atas kemauannya sendiri) dan sedang dalam keadaan menstruasi.

Sebagian Suku Aghori juga ada yang berhubungan badan dengan pelacur bahkan mayat namun mereka melarang berhubungan sesama jenis.

Diantara semua hal aneh yang mereka lakukan, tersiar kabar kalau Suku Aghori mempunyai sebuah obat khusus untuk menyembuhkan semua penyakit. Suku. Aghori mengklaim bahwa mereka memiliki obat sendiri untuk penyakit mereka, termasuk penyakit mematikan seperti AIDS dan kanker. Obat-obatan ini disebut "minyak manusia" yang mereka kumpulkan dari sisa pembakaran mayat. Meskipun tidak teruji secara ilmiah, namun Suku Aghori percaya jika obat ini mujarab.

James Mallinson, seorang pengajar Bahasa Sanskerta dan Studi India di School of African and Oriental Studies (SOAS), London, pernah melakukan berbagai interaksi dengan Aghori. Ia mengungkapkan kalau Suku Aghori menolak konsep baik dan buruk. Menurut mereka, jika kita mampu berkonsentrasi pada Tuhan bahkan saat melakukan tindakan yang paling sesat, maka kita mencapai berbarengan dengan Tuhan.

"Prinsip dasar praktik ini adalah melampaui kemurnian untuk mencapai pencerahan spiritualitas dan manunggal atau melakukan penyatuan dengan para dewa," kata James.

"Pendekatan Aghori adalah untuk mengangkat tabu dan melanggarnya. Mereka menolak konsep baik dan buruk. Langkah mereka menuju kemajuan spiritual melibatkan praktek bahaya dan gila, seperti makan daging manusia dan bahkan kotoran mereka sendiri. Namun mereka percaya, dengan melakukan hal yang dihindari orang lain, mereka dapat meningkatkan kesadaran mereka sendiri." ujar James.

Tradisi seperti yang dipraktekkan sekarang ini oleh Suku Aghori tampaknya belum berumur lama. Kata Aghori sendiri baru muncul sekitar abad ke-18. Namun, mereka mencampurkannya dengan sejumlah praktik Suku Kapalika. kelompok yang sudah terdokumentasikan keberadaannya pada abad ke-7. Suku Kapalika ini memiliki ritual pengorbanan manusia, tetapi suku ini sudah tak ada lagi.

"Kemampuan intelektual mereka beragam. Sebagian kecil sangat tajam, bahkan ada seorang Aghori yang pernah menjadi penasehat raja Nepal," kata James.

Manoj Thakkar, penulis buku Aghori: A Biographcal Novel, mengatakan mereka adalah kelompok yang banyak disalah pahami.

"Orang Aghori adalah orang sederhana yang hidup dengan alam. Mereka tak menuntut apa pun. Mereka melihat semua sebagai manifestasi sesuatu yang agung. Mereka tak menolak atau membenci seseorang atau sesuatu. Itulah mengapa tak membedakan antara daging dari hewan yang disembelih atau daging manusia. Mereka makan apa yang mereka dapat. Mereka menghisap ganja dan mencoba untuk tetap sadar bahkan dalam kondisi sangat mabuk," kata Manoj.

Mungkin inilah rahasia mengapa Suku Aghori seakan tidak pernah takut apa pun termasuk pada mayat, karena mereka sering memakai ganja sebagai ritual. Mereka menganggap, mengonsumsi ganja akan membawa hingga tahap nirwana untuk bertemu para dewa. Pengaruh ganja yang kuat, membuat mereka berhalusinasi dan mengalami ekstase religius.

Referensi:
www.kaltim.tribunnews.com
www.m.kwikku.com
www.bbc.com
www.intisari.grid.id
www.m.liputan6.com

Keywords: Suku Aghori Adalah, YouTube, India Utara, Fakta, Kanibal, Pemakan Daging Manusia, Sejarah, Video, Foto, Asal, Tentang Kehidupan

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Suku Aghori dan Hal-Hal Aneh yang Mereka Lakukan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel